RSS

Arsip Tag: little

O Little Brother

O little brother

You are the cure for the pain

Just one look and I’ll be okay

I know I’ll be alright

 

O little brother

You never smile

But I don’t know why or how

You make me smile

 

O little brother

You said we have met before

Well I don’t remember

So tell me then

 

O little brother

You said we have something in common

You said you looked like me

Well I’m glad

 

O little brother

Are you looking out for me?

Are you for real or just an illusion?

You didn’t say much

 

O little brother

We were made with only one heart

And it’s not with you I have to share

Let it go

 

O my little brother

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2018 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Exam

one little girl and two little boys

busy playing with their fingers

one little girl had gone away

two little boys are left behind

their heavy heads is a burden to their hands

one little boy had gone away

one little boy is left behind

race against the flow of time

his brain no longer synchronize his fingers

his face is grinning

try to recall what was the last words echoed in his head just now?

one little boy can’t stand the tension

of the heralded bell that rings throughout the hall

the time is up

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 26, 2018 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

A Falling Star

if i catch a falling star

that’s when i touch your heart

if i hold them tightly in my hand

that’s when i hurt myself

cause you’re the star

oh my little star

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 24, 2018 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Puisi Favorit

mengamati bintang adalah pekerjaanku setiap malam saat usiaku 8 tahun.

di malam yang sunyi di suatu kompleks angkatan darat di bandung, lampu-lampu memberikan sinar yang temaram. cuaca malam itu tidak dingin, hanya angin yang berbisik pelan. daun-daun di pepohonan menari dengan ringan mengikuti irama alunan angin.

aku merayap pelan turun dari tempat tidurku, mencoba untuk  tidak membangunkan kakak perempuanku. aku buka pintu kamar sedikit-sedikit lalu keluar. di ruang tengah aku pegang kenop pintu belakang, dan memutar kunci, mencoba untuk tidak membangunkan orangtua dan kakak laki-lakiku. bunyi “klik” yang pelan menandakan pintu kini tak terkunci. lancar.

aku keluar rumah, mengendap-ngendap. tak bersandal, kubiarkan kakiku menjejak bumi, merasakan butiran-butiran halus tanah, dan kerikil kecil yang bertebaran di garasi terbuka depan rumahku (^^). segera saja  ku naiki benteng rumah tetangga yang tingginya kurang lebih 2 atau 3 meter, ya sekitar itulah. untuk anak seusiaku, benteng hijau muda itu cukup menjulang tinggi.

hop … hop … aku naiki pagar rumahku, lalu hop … aku duduk diatas benteng hijau itu. rasanya seperti di berada di puncak, tak ada yang lebih tinggi dariku. aku sapa tiang listrik yang kini sejajar denganku, aku ucapkan selamat malam pada pohon yang tak jauh lebih tinggi dariku. ha ha ha senangnya …

haaahhh … saat itu hanya ada aku dan penghuni langit malam. aku masuk menjadi bagian dari langit dan mereka datang menyergapku. langit malam yang cerah tak berawan, bertaburan dengan bintang. selalu berharap untuk bisa meraihnya, menggapainya, tapi tak pernah sampai jangkauan tanganku ini. akhirnya aku hanya tertawa-tawa sendiri melihat kelima jari tanganku dengan latar belakang yang begitu indah. hmm … memang indah seperti ini.

buku catatanku, dimana engkau berada? aku ingin menulis. tapi aku tidak membawa apa-apa malam itu. jadi aku nikmati saja kerlap-kerlipnya bintang yang begitu menggoda. hmmm … cantiknya …

keesokan harinya kutuliskan puisi berjudul “bintang dan bulan”.

***

buku catatan itu kini sudah tidak ada. dan aku menemukan bintang yang baru. aku ciptakan puisi baru tentang bintang. benda langit yang hanya bisa terlihat di malam hari. jauhnya tak terkira namun cahayanya sampai ke bumi. menemani bulan yang kesepian, dengan sinarnya yang tak secemerlang matahari. bintang kecilku yang jauh, teruslah bercahaya, sebagai tanda kau masih ada.

For You Little Star

Little star, why is it so hard for me to get to you?

You’ll be around, when the sky is clear

A dark night sky without the clouds

That’s where I’ll find you

Little star, it’s difficult for me to track you down

You’ll never be in the same place twice

A constellation on the move

Our mother earth that spin around

My life rounding round the globe to find you

Little star, why is it always the same?

Every time I find where you are

You’ll be that little star on the big bluish sky

Sparkling but I can’t catch you

I can’t reach you

I can barely touch you

Little star I can only gaze at you underneath the sky

Lying on the fields of green

Floating on the glass like blue sea

Searching around the world

For a place where you can pour down a little light for me

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 1, 2011 in jurnal, puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: