RSS

Arsip Tag: keluarga

11 September

Selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, semoga kita menjadi hamba Allah yang lebih baik dari tahun sebelumnya, aamiin.

Senang sekali hari ini kita disambut oleh pagi yang cerah dan sedikit berangin. Awal bulan September hujan mulai turun. Tak lama kemudian hujan kecil, hujan besar, hujan rintik-rintik yang dibarengi cahaya matahari di sore hari, hujan miring berangin, hujan kecil dengan banyak sekali kilat dan petir yang saling sahut menyahut, juga hujan besar yang airnya tidak pernah habis, dan tak kunjung berakhir, akan terus menyertai hari-hari selama kurang lebih 6 bulan ke depan. Bisa dipastikan akan sangat basah juga dingin. Semangat!!!

Tentu saja tidak akan melulu kelabu, biasanya pagi hari setelah hujan badai, udaranya sangat segar, dan seperti semua debu sudah disingkirkan dari setiap sudut, masing-masing pemandangan yang menyapa kita seolah menawarkan warna baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Dengan sangat gembira di bulan ke sembilan ini pun, penuh dengan peristiwa hari lahirnya orang-orang teristimewa. Sahabat semasa SMA, yang kegemaran kami menikmati es krim rasa (beliau) pelangi dan (saya) coklat secara sengaja disisipkan dalam puisi strangersย ย ย :D. Juga empat orang keponakan laki-laki yang berturut-turut memilih untuk bergabung bersama kami di planet bumi pada bulan ini, tapi tentu saja di tahun yang berbeda ๐Ÿ˜€

Di bulan ini juga kami pernah kehilangan kucing peliharaan kesayangan kakak kedua ku. Keluarga kami tidak pernah membeli kucing dengan ras tertentu, yang kami pelihara hanya mereka yang datang dengan tampang menyedihkan juga mengharukan, atau yang kebetulan jatuh dari langit-langit rumah kami ๐Ÿ˜›

Namanya caludih. Dalam bahasa Sunda itu berarti kotor, dekil, kucel, dan sejenisnya. Jadi ya, namanya mengandung sejarah ketika kami menemukannya. Meskipun arti kata caludih berkembang jauh akhir-akhir ini menjadi “cakep, lucu deh ih”, tapi itu bukan maksud kami, percayalah …

Udih, panggilannya – tapi sebelum kita lanjut, keluarga kami memang tidak pernah benar-benar serius memberi nama kucing yang datang berkunjung, biasanya kata apa saja yang pertama muncul di benak kami akan menjadi panggilan mereka, jadi maafkan jika sedikit kurang pantas ๐Ÿ™‚ – datang ketika masih kanak-kanak.

Kakinya pendek dan wajahnya lebar, tapi dia sangat kurus. Bagian punggungnya berwarna abu-abu dan perutnya putih.ย Sepertinya tidak banyak yang aku ingat soal dia, tapi almarhum ibu, gemar membawa dia bolak-balik dalam perjalanan luar kotanya, pulang pergi. Udih meninggal di usia dewasanya, badannya sudah gempal dan berat jika digendong. Mungkin dia makan sembarangan di luar, kami menemukan tubuhnya yang sudah mengeras di garasi rumah kami. ๐Ÿ˜ฆ

Yah begitulah, kenangan di bulan September, tapi jangan sedih di bulan ini kota kelahiranku juga akan merayakan hari jadinya ๐Ÿ™‚ dan itu mengingatkan aku pada seorang lelaki yang pernah membuat sebuah karikatur hahaha … Semoga bulan ini penuh dengan kenangan yang membawa hikmah yaa ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Salam,

 

maya^^

 

 

 

 

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

17 Agustus

hari ini 73 tahun yang lalu Indonesia merdeka, tapi buatku bulan Agustus adalah bulan yang penuh dengan kenangan setiap tahunnya.

bulan ini diisi dengan perayaan ulang tahun beberapa anggota keluargaku, alm. mamah, teteh, dua tante ku, keponakan, dan dua kakak ipar, mungkin akan bertambah lagi jika aku mendata setiap anggota keluarga dari yang paling senior hingga yang baru lahir hahaha … dan itu akan sangat menyenangkan ๐Ÿ˜€

malam ini tahun 1995, aku ingat makan kelepon, makanan tradisional seperti bola dan berwarna hijau pas untuk sekali suap, di balut kelapa parut, dan ketika digigit, gula merah cair meledak dan meleleh dalam mulutmu, manis … manis … manis … Yah seharusnya begitu, tapi di hari itu aku memilih untuk mengigitnya di luar mulut, dan cairan coklat mengkilat itupun menyembur dengan tepat sekali di muka almarhum kakak pertama ku ;D … maaf … maaf … maaf …

sore itu tahun 1997, aku menunggu di dalam mobil yang terparkir di komplek perkantoran. menunggu anggota paskibra yang telah menyelesaikan tugasnya menurunkan bendera merah putih. mereka terus berjalan dan berbaris dengan rapih sampai tempat parkir itu, yang letaknya sudah lumayan jauh dari lapangan tempat upacara diadakan. kemudian ketika selesai mereka bersorak dan beberapa diantaranya melompat-lompat kegirangan. sayang aku tidak bisa menemukan orang yang membuatku menunggu berjam-jam. terlalu banyak dan tampak serupa ๐Ÿ™‚

malam ini tahun 2018, langit cerah, semua lomba telah dipertandingkan, semua sedang bersiap-siap memeriahkan malam 17-an, mengumumkan para pemenang, kemudian menutupnya dengan karaoke dan hiburan lain. dan aku, aku hanya menuliskan kenangan yang paling aku ingat dari orang-orang yang paling berarti dalam hidupku ๐Ÿ™‚

Salam,

 

maya^^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 17, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: