RSS

Arsip Tag: jurnal

9

Pagi hari bulan lalu dikejutkan dengan notifikasi yang berisi ucapan selamat merayakan tahun ke-9 bersama WordPress! Itu waktu yang cukup lama, sayangnya dan agak memalukan bagi saya, waktu yang panjang itu tidak dimanfaatkan dengan baik, dalam urusan tulis menulis tentunya. Tapi senang juga akhirnya bisa kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan -yang menurut saya- remeh temeh. Dalam bahasa Inggris, saya sering menyebutnya dengan “the s-word poetry” ๐Ÿ˜Š.

Itu pula sebabnya puisi yang baru diterbitkan kemarin diberi judulย Nine, semata-mata untuk memeriahkan kebersamaan ini ๐Ÿ˜‹. Kalau dipikir-pikir, antara judul dan isi juga latar belakang tulisan itu dibuat, tampaknya tidak saling berhubungan. Saya sendiri harus menebak-nebak makna yang tersirat dalam puisi itu. Hingga saat ini, alasan ada banyak tulisan berbahasa Inggris dalam blog, masih belum bisa dijelaskan. Semuanya merupakan ungkapan lubuk hati terdalam dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar saya, dan ajaibnya keluar begitu saja dalam bahasa asing.

Jujur, paling sering dihantui dengan pertanyaan apakah semuaย s-word poetry yang pernah saya buat, masuk akal bagi penutur asli bahasa Inggris, jika mereka membacanya ๐Ÿ˜ atau pertanyaan seperti apakah saya melakukan banyak kesalahan grammar dalam tulisan-tulisan tersebut. Tapi karena selama ini responnya bagus, baik, jadi saya teruskan ๐Ÿ˜. Tentu saja jika satu ide itu datang dalam wujud Bahasa Indonesia, maka tulisannya akan mengalir dalam bahasa yang sama. Tapi sepertinya untuk saat ini seringnya bahasa Inggris.

Jadi sekali lagi saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga bagi para pembaca yang mau merelakan sejenak waktunya untuk mengunjungi, menyimak cerita, bahkan menyukai tulisan-tulisan yang sederhana ini. Komentar-komentar kalian sangat saya hargai dan semuanya mendorong saya untuk menulis lebih baik lagi ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2019 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , ,

satu sore di bulan Juni

“its a bright June afternoon! it never gets dark. Wah-Wah! here comes the sun”

nada itu langsung saja datang menyerbu, lalu bergaung kemudian beresonansi didalam hati, hingga akhirnya aku mulai bersenandung.

Roxette!!! klasik …

sinar matahari sore datang menembus diantara dedaunan pohon jambu air di depan jendela kamarku.

ruang tempatku merenung kadang terang kadang gelap,

cahayanya sesuai dengan irama tarian dedaunan di luar,

dan hangat.

suara lagu senam yang penuh semangat diputar dengan keras di lapangan depan kantor rw di seberang rumahku.

ibu-ibu sedang berlatih untuk besok.

hari lansia diperingati setiap tanggal 18 juni.

aku baru tahu soal itu.

iya di sore ini mereka berlatih kekompakan untuk penampilan besok,

tidak hanya senam,

tapi mereka juga akan mempersembahkan sebuah lagu.

perlahan dan pasti,

kini sinar mentari sore mulai meninggalkan kamarku.

nyamannya suasana senja itu hanya bisa dinikmati sebentar saja.

kehangatan ketika semua orang berkumpul setelah seharian melakukan aktivitas,

hanya terjadi sebentar saja.

matahari akan bergegas meninggalkan kita untuk muncul di tempat lain.

matahari telah melakukan tugasnya.

matahari telah melakukan perannya dengan baik sekali.

tapi,

apakah kita sudah melakukan peran kita masing-masing dengan sepenuh hati?

senja melangkah pelan menjauhi hari.

masa senja dalam hidup kita hanya akan datang sebentar saja.

jangan sampai kita terlambat menyadari perbuatan kita,

ketika senja telah datang menghampiri.

tanpa terasa malam pun kan menyapa,

dan tiba saatnya kita menutup mata.

5:27 PM 17-Jun-11

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

11 September

Selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, semoga kita menjadi hamba Allah yang lebih baik dari tahun sebelumnya, aamiin.

Senang sekali hari ini kita disambut oleh pagi yang cerah dan sedikit berangin. Awal bulan September hujan mulai turun. Tak lama kemudian hujan kecil, hujan besar, hujan rintik-rintik yang dibarengi cahaya matahari di sore hari, hujan miring berangin, hujan kecil dengan banyak sekali kilat dan petir yang saling sahut menyahut, juga hujan besar yang airnya tidak pernah habis, dan tak kunjung berakhir, akan terus menyertai hari-hari selama kurang lebih 6 bulan ke depan. Bisa dipastikan akan sangat basah juga dingin. Semangat!!!

Tentu saja tidak akan melulu kelabu, biasanya pagi hari setelah hujan badai, udaranya sangat segar, dan seperti semua debu sudah disingkirkan dari setiap sudut, masing-masing pemandangan yang menyapa kita seolah menawarkan warna baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Dengan sangat gembira di bulan ke sembilan ini pun, penuh dengan peristiwa hari lahirnya orang-orang teristimewa. Sahabat semasa SMA, yang kegemaran kami menikmati es krim rasa (beliau) pelangi dan (saya) coklat secara sengaja disisipkan dalam puisi strangersย ย ย :D. Juga empat orang keponakan laki-laki yang berturut-turut memilih untuk bergabung bersama kami di planet bumi pada bulan ini, tapi tentu saja di tahun yang berbeda ๐Ÿ˜€

Di bulan ini juga kami pernah kehilangan kucing peliharaan kesayangan kakak kedua ku. Keluarga kami tidak pernah membeli kucing dengan ras tertentu, yang kami pelihara hanya mereka yang datang dengan tampang menyedihkan juga mengharukan, atau yang kebetulan jatuh dari langit-langit rumah kami ๐Ÿ˜›

Namanya caludih. Dalam bahasa Sunda itu berarti kotor, dekil, kucel, dan sejenisnya. Jadi ya, namanya mengandung sejarah ketika kami menemukannya. Meskipun arti kata caludih berkembang jauh akhir-akhir ini menjadi “cakep, lucu deh ih”, tapi itu bukan maksud kami, percayalah …

Udih, panggilannya – tapi sebelum kita lanjut, keluarga kami memang tidak pernah benar-benar serius memberi nama kucing yang datang berkunjung, biasanya kata apa saja yang pertama muncul di benak kami akan menjadi panggilan mereka, jadi maafkan jika sedikit kurang pantas ๐Ÿ™‚ – datang ketika masih kanak-kanak.

Kakinya pendek dan wajahnya lebar, tapi dia sangat kurus. Bagian punggungnya berwarna abu-abu dan perutnya putih.ย Sepertinya tidak banyak yang aku ingat soal dia, tapi almarhum ibu, gemar membawa dia bolak-balik dalam perjalanan luar kotanya, pulang pergi. Udih meninggal di usia dewasanya, badannya sudah gempal dan berat jika digendong. Mungkin dia makan sembarangan di luar, kami menemukan tubuhnya yang sudah mengeras di garasi rumah kami. ๐Ÿ˜ฆ

Yah begitulah, kenangan di bulan September, tapi jangan sedih di bulan ini kota kelahiranku juga akan merayakan hari jadinya ๐Ÿ™‚ dan itu mengingatkan aku pada seorang lelaki yang pernah membuat sebuah karikatur hahaha … Semoga bulan ini penuh dengan kenangan yang membawa hikmah yaa ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Salam,

 

maya^^

 

 

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

17 Agustus

hari ini 73 tahun yang lalu Indonesia merdeka, tapi buatku bulan Agustus adalah bulan yang penuh dengan kenangan setiap tahunnya.

bulan ini diisi dengan perayaan ulang tahun beberapa anggota keluargaku, alm. mamah, teteh, dua tante ku, keponakan, dan dua kakak ipar, mungkin akan bertambah lagi jika aku mendata setiap anggota keluarga dari yang paling senior hingga yang baru lahir hahaha … dan itu akan sangat menyenangkan ๐Ÿ˜€

malam ini tahun 1995, aku ingat makan kelepon, makanan tradisional seperti bola dan berwarna hijau pas untuk sekali suap, di balut kelapa parut, dan ketika digigit, gula merah cair meledak dan meleleh dalam mulutmu, manis … manis … manis … Yah seharusnya begitu, tapi di hari itu aku memilih untuk mengigitnya di luar mulut, dan cairan coklat mengkilat itupun menyembur dengan tepat sekali di muka almarhum kakak pertama ku ;D … maaf … maaf … maaf …

sore itu tahun 1997, aku menunggu di dalam mobil yang terparkir di komplek perkantoran. menunggu anggota paskibra yang telah menyelesaikan tugasnya menurunkan bendera merah putih. mereka terus berjalan dan berbaris dengan rapih sampai tempat parkir itu, yang letaknya sudah lumayan jauh dari lapangan tempat upacara diadakan. kemudian ketika selesai mereka bersorak dan beberapa diantaranya melompat-lompat kegirangan. sayang aku tidak bisa menemukan orang yang membuatku menunggu berjam-jam. terlalu banyak dan tampak serupa ๐Ÿ™‚

malam ini tahun 2018, langit cerah, semua lomba telah dipertandingkan, semua sedang bersiap-siap memeriahkan malam 17-an, mengumumkan para pemenang, kemudian menutupnya dengan karaoke dan hiburan lain. dan aku, aku hanya menuliskan kenangan yang paling aku ingat dari orang-orang yang paling berarti dalam hidupku ๐Ÿ™‚

Salam,

 

maya^^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 17, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: