Arsip Tag: journal

in the end

I can’t tell you how happy I am to be in the last month of this remarkable year. I didn’t write much in November. I thought I might not make it through, cause my late brother was born in that month, and I had a lot of things in my mind. I really do want to write something about him, but it never came out right, so, probably it just wasn’t the time. I made a draft only to delete it, for so many times.Β Perhaps there are too many memories, and I couldn’t decide. And whenever I’m remembering him, the pain is still the same, it still there like the day he passed away. And I couldn’t pull it through, there are moments of tears when I’m in the middle of doing something, and I just have to stop and find my way back by trying to find a distraction.

But I guess in the end, I felt a little relieve when the month finally passed, and trying not to put so much pressure in it. I will write what I want to, and when the time is right. I should never set the time limit or boundaries to write something about someone that we love dearly.

He would be 48 if he’s still around. He was such a funny guy, he teased me a lot, he loved to cook and it was always delicious. He was the one who taking care of me when I was sick, when mom wasn’t there. He was that kind of protective big brother that we all can rely on. He is really good in drawing, he was once sketched Madonna and Mike Tyson. I think he is really creative. He made a radio, for my second brother’s birthday. But for me he always made some food, cause I love to eat πŸ˜….Β  He said that no one should trust my opinion in food tasting, cause I always said “enak!!!”, which is delicious 😁. And until today, I just couldn’t find the same taste again.

He introduced me to the world of music. Some of his cassettes collection that I loved to listen to during my childhood is A-ha, Tommy Page, soundtrack of Pretty Woman and Iwan Fals. And like other teenage at that time, he did the break dance and moon walk everywhere with his friends. The hairstyle was that Duran Duran kind, and it was something that I can still laugh about, until today. He loved Michael Jackson, but insist that Sting is the best musician. There are many other, and I still listen to the sound of 80’s today, mainly because I grow up watching him appreciating the music.

He made our family to have a pet cat. The first one was Jafar, it is actually a she. But he insisted, he took the name from Disney’s Aladin.Β Β Yeah, this is some of the good memories I had. I do remember that everybody was saying that he’s handsome, but I always failed to see that. When you lived together for so long like in a family, you kind of get used to with it, so there is nothing special. But every now and then sometimes I see his face in every other people’s face. I don’t know why. And they are all beautiful.

Well, that went well …

Thank you so much for sparing your precious time to visit, to read, to like, to comment and follow this simple blog. Very much appreciated, it means a lot to me. Wishing you all amazing people, the best πŸ˜ŠπŸ™.


2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2018 in jurnal, remeh temeh


Tag: , , , , ,


Rasanya sayang sekali jika tidak mengukir angka cantik itu dalam sebuah tulisan 😁

Hari pertama di bulan Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila, kita semua tahu itu. Tapi ingatanku sudah agak tumpul terutama jika menyangkut sejarah, maaf. Yang jelas, kejadiannya berhubungan erat dengan peristiwa 30 September 1965, dan ini akan menimbulkan perdebatan panjang… πŸ™„

Jadi … hari ini rumah keluarga kami beraroma rempah-rempahan. Percobaan untuk membuat beras merah menjadi hidangan yang sedap di mata juga nikmat di lidah. Kakak, membuat nasi liwet beras merah, selain daun salam dan batang serai, dia juga memasukkan daun kemangi. Yah, daun yang kelewat wangi malah, karena aromanya, hidangan biasa bisa naik tingkat jadi luar biasa.

Seperti biasa bawang merah dan cabai merah yang ditumis sebentar ikut bergabung disana. Ranjau kecil berbahaya, cabai rawit berwarna jingga dan hijau cerah tak ketinggalan. Setelah matang, nasi dibungkus dengan daun pisang, lalu dipanggang. Yep, jadi ketika asap menguar dari pemanggangan, wangi manis daun pisang yang terbakar mulai menyebar ke seluruh ruangan di rumah kami.Β Dan tidak ada satu pun yang bisa menolaknya.

Bahkan ketika kami selesai makan pun, wanginya tidak mau pergi. Sama seperti aroma ikan asin ketika digoreng, benar-benar awet melayang-layang di udara, atau bau sambal terasi yang menempel di tangan walau sudah dicuci dengan sabun. Tapi wangi daun pisang yang terbakar tidak terlalu menyebalkan, menyenangkan malah. Rasanya seperti berkunjung ke restoran Sunda yang sudah melegenda, berkumpul bersama keluarga.

Jadi selain hari Kesaktian Pancasila, mungkin keluarga kami akan mempertimbangkan untuk membuat hari ini menjadi hari nasi merah liwet bakar πŸ˜πŸ™

Bulan ini dengan pasti akan lebih mengingatkanku pada orangtua. Almarhum bapa adalah seorang purnawirawan ABRI, dan tanggal 5 nanti akan diperingati sebagai hari jadi TNI. Ada cukup banyak kenangan yang selalu muncul jika menyebut tentara dan ayah. Seringnya bersamaan dengan warna hijau dalam beragam gradasi. Dan aku bangga memiliki ayah seorang tentara 😊.

Tapi di bulan kesepuluh ini dua tahun yang lalu, aku kehilangan ibu. Beliau meninggal hari Kamis, dan kami memakamkannya di hari Jum’at yang cerah, tidak jauh dari makam bapa. Dengan sangat mengejutkan aku cukup tenang menjalani proses itu. Yang kentara hanya suaraku yang menghilang, tenggorokan ku sakit dan sepertinya terserang flu berat.

Untuk pertama kalinya dalam hidup ini, aku merasa sendiri, meskipun sudah dewasa dan masih ada saudara kandung, tapi jika tidak ada orang tua, seolah-olah aku tidak punya tempat yang bisa kusebut ‘rumah’. Mungkin secara fisik, berwujud, tapi jiwanya sudah hilang. Meskipun demikian, aku ingin bulan ini menjadi seperti bulan-bulan yang lain. Setiap harinya dijalani dengan harapan tidak akan membawa nama jelek pada kedua almarhum.

Tidak bermaksud untuk mengakhiri tulisan ini dengan suasana murung, aku harap semuanya baik-baik saja, bisa berkumpul bersama keluarga terutama orang tua adalah sebuah anugrah, jangan sampai kita menyia-nyiakan momen itu. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk melihat-lihat blog yang sederhana ini, membaca tulisan remeh temeh dan puisi-puisi ‘s words’Β , juga berkomentar, saya benar-benar menghargainya πŸ™πŸ˜Š

Selamat bulan Oktober 😊

Ini agak sedikit memalukan sebenarnya, segera setelah menulis tulisan di atas, langsung tertidur dan sayangnya tertunda hingga hari ini 😁


Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 5, 2018 in jurnal, remeh temeh


Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

11 September

Selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, semoga kita menjadi hamba Allah yang lebih baik dari tahun sebelumnya, aamiin.

Senang sekali hari ini kita disambut oleh pagi yang cerah dan sedikit berangin. Awal bulan September hujan mulai turun. Tak lama kemudian hujan kecil, hujan besar, hujan rintik-rintik yang dibarengi cahaya matahari di sore hari, hujan miring berangin, hujan kecil dengan banyak sekali kilat dan petir yang saling sahut menyahut, juga hujan besar yang airnya tidak pernah habis, dan tak kunjung berakhir, akan terus menyertai hari-hari selama kurang lebih 6 bulan ke depan. Bisa dipastikan akan sangat basah juga dingin. Semangat!!!

Tentu saja tidak akan melulu kelabu, biasanya pagi hari setelah hujan badai, udaranya sangat segar, dan seperti semua debu sudah disingkirkan dari setiap sudut, masing-masing pemandangan yang menyapa kita seolah menawarkan warna baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Dengan sangat gembira di bulan ke sembilan ini pun, penuh dengan peristiwa hari lahirnya orang-orang teristimewa. Sahabat semasa SMA, yang kegemaran kami menikmati es krim rasa (beliau) pelangi dan (saya) coklat secara sengaja disisipkan dalam puisi strangersΒ Β Β :D. Juga empat orang keponakan laki-laki yang berturut-turut memilih untuk bergabung bersama kami di planet bumi pada bulan ini, tapi tentu saja di tahun yang berbeda πŸ˜€

Di bulan ini juga kami pernah kehilangan kucing peliharaan kesayangan kakak kedua ku. Keluarga kami tidak pernah membeli kucing dengan ras tertentu, yang kami pelihara hanya mereka yang datang dengan tampang menyedihkan juga mengharukan, atau yang kebetulan jatuh dari langit-langit rumah kami πŸ˜›

Namanya caludih. Dalam bahasa Sunda itu berarti kotor, dekil, kucel, dan sejenisnya. Jadi ya, namanya mengandung sejarah ketika kami menemukannya. Meskipun arti kata caludih berkembang jauh akhir-akhir ini menjadi “cakep, lucu deh ih”, tapi itu bukan maksud kami, percayalah …

Udih, panggilannya – tapi sebelum kita lanjut, keluarga kami memang tidak pernah benar-benar serius memberi nama kucing yang datang berkunjung, biasanya kata apa saja yang pertama muncul di benak kami akan menjadi panggilan mereka, jadi maafkan jika sedikit kurang pantas πŸ™‚ – datang ketika masih kanak-kanak.

Kakinya pendek dan wajahnya lebar, tapi dia sangat kurus. Bagian punggungnya berwarna abu-abu dan perutnya putih. Sepertinya tidak banyak yang aku ingat soal dia, tapi almarhum ibu, gemar membawa dia bolak-balik dalam perjalanan luar kotanya, pulang pergi. Udih meninggal di usia dewasanya, badannya sudah gempal dan berat jika digendong. Mungkin dia makan sembarangan di luar, kami menemukan tubuhnya yang sudah mengeras di garasi rumah kami. 😦

Yah begitulah, kenangan di bulan September, tapi jangan sedih di bulan ini kota kelahiranku juga akan merayakan hari jadinya πŸ™‚ dan itu mengingatkan aku pada seorang lelaki yang pernah membuat sebuah karikatur hahaha … Semoga bulan ini penuh dengan kenangan yang membawa hikmah yaa πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚








2 Komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2018 in jurnal, remeh temeh


Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

For My Beloved Teachers

my beloved teacher would tweak or pull my ears quite hard, and it hurts, cause i wont sit still and go outside the classroom playing around during study time ^^ Β …

my beloved teacher told me to cut my hair, cause my hairdo is like, he said, a devil’s companion ^^ …

my beloved teacher told me to shush my mouth, cause i made silly joke about geography during her explanation =p …

my beloved teacher told me to stop kicking off the dirt in the field during the ceremony =D…

my beloved teacher told me to stay until the class is finished to clean the whiteboard and scold me in front of my friends cause i made silly mistake using the wrong board marker … doh! …

but my beloved teacher also told me that discipline is needed to keep us on the right track. they also told me that we need to respect each other in order to respect our self too. they told me to be precise, doing what you’d love to do and be responsible at the same time. they told me to share what we’ve got with others, take the benefit by sharing, and make my self useful in this whole wide world.

and here i am now, not knowing if i’m already lived my life the way they’ve told me to. am i being such a good person? cause sometimes i just simply forget what they’ve told me =p … and on this day i just remember that i should be grateful to know each and every one of them, guiding me always with their wisdom, their words are always there in my heart, inside of me, saved in my bank of memory, all i need to do is just simply recall it, or read this thing right here again and again πŸ™‚

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 24, 2018 in jurnal, remeh temeh


Tag: , , , , , , , , , , , ,

an old poetry

yep! its been a while, and the truth is i kinda get lost in what i did, so i just simply forgot how to write, for almost five years ;D. the last time i wrote here is in 2012, just like that title of a movie when the world ends, but not entirely :p. its pretty much like my blog writing career LOL.

erm … i had another blog in kompasiana, there you can find some of my writings, but, well lets just say that i’m not an active writer. i stopped writing in 2013. there are so many ridiculous poetry there πŸ™‚ hey i’m still learning how to write in English.

i probably wont publish more of my writing in kompasiana, yeah … i’m just gonna do it here at wordpress. focusing in one blog, i mean having two blog for me is pretty much, i’m just a beginner after all πŸ™‚

so i found this poetry, i mean i did a lot of scraps πŸ˜€ but its always unfinished, but most of all is i’m lacking the confidence to published it, because i think its silly, shallow, and another ‘s’ word writing (please feel free to interpret the ‘s’). but i guess now is the time to say the most frequent word i said during my college year … “whatever!” :p

there is no title, i’m finding it hard to give one, to every writing that i wrote, there is always no title. its something that i did in the last minute.

so, here it is one of the ‘s’ word poetry ^^

no, i do not wish to write your name

for i already carved a few

made a scratch

it lasts so long, but never stay

this time, i’m going to set it free

don’t go holding it too tight, no …

made a cage

it stayed a while, but didn’t last

and the world keep spinning

so i’ll keep walking

they keep on asking

so i’ll keep smiling

cause you and i will keep on laughing

when we both dancing through the night


2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2018 in jurnal, puisi, remeh temeh


Tag: , , , , , , , , ,

%d blogger menyukai ini: