RSS

Arsip Tag: film

Nov 5

 “Remember, remember the fifth of November of gunpowder treason and plot. I know of no reason why the gun powder treason should ever be forgot.”

Setiap tanggal 5 datang terutama di bulan ini, suara Natalie Portman langsung bergaung dalam ruang berkubah di kepalaku. Ya, hingga hari ini tidak bisa melupakan suara melankolis itu. Beberapa tahun yang lalu secuil informasi datang mengabarkan, sebuah film dibuat berdasarkan buku seri komik, graphic novel yang berjudul sama. Singkatnya membaca cerita bergambar adalah salah satu hobi, dan menonton adalah yang lainnya. Jadi keputusan untuk menyewa DVD berjudul sederhana V for Vendetta, adalah sebuah kewajiban yang dinikmati.

Suara karismatik Hugo Weaving memberikan nafas pada tokoh anarkis yang dipanggil dengan sebutan “V”. Dia tidak bisa lepas dari topeng Guy Fawkes, yang mungkin saja merupakan teladannya untuk melawan pemerintahan Inggris di masa depan. Kata-kata yang menggugah emosi, meruncingkan otak yang tumpul, membangunkan sesosok makhluk di dalam diri setiap yang tersentuh, menyadarkan mereka akan kemampuan kita untuk berbuat sesuatu, itu yang saya dapatkan ketika mengikuti kisah dalam film ini.

Dipenuhi dengan karakter-karakter yang kuat, baik yang antagonis maupun protagonis. Salah satu alasan, menurut saya, yang membuatnya padat dengan pesan dan disampaikan dengan baik sekali. Merombak pola pikir kita dengan memberikan gambaran simbol-simbol segala sesuatu yang diasosiasikan dengan kebaikan belum tentu bertindak benar. Keseragaman merupakan sesuatu yang membosankan. Tidak lagi hidup karena manusia sendirilah yang melenyapkan warna warni kehidupan itu.

Rumit tapi indah, itulah yang ditawarkan, kurang lebih seperti apa yang kita coba jalani dalam hidup ini. V meninggalkan kesan yang mendalam, karena kita hanya disodorkan seseorang yang selalu memakai topeng. Meskipun terlukis dengan lengkungan senyum tapi matanya yang kosong membuatnya tetap dingin dan tanpa ekspresi, misterius dan susah diterka. Namun ada suasana keagungan dan kekuatan yang seperti api abadi, sulit untuk  dipadamkan.

Masa lalu yang begitu traumatis melahirkan sosok baru yaitu V. Sejak saat itu tujuannya hanya satu, menciptakan kekacauan. Agendanya yaitu membalas dendam pada para penangkapnya, dan menggulingkan pemerintahan yang berkuasa saat itu. Kalimat tadi membuatnya seolah-olah mudah, tapi kita tahu, tidak akan segampang itu. Memang butuh tokoh yang karismatik dan menginspirasi untuk menggerakkan seluruh orang agar bertindak. Dan itu harus dibayar sangat mahal oleh V.

Saya menyukai semua hal dalam film ini 😁, kecuali bagian-bagian yang berdarah, itu agak sedikit membuat mual 😖. Dan puisi The Fifth of November, yang menjiwai cerita ini,  menjadi sebuah mantra yang dirapalkan Portman, “remember … remember … “, yep saya rasa itu yang menghipnotis saya untuk selalu ingat 😉

Sejak saat itu saya jadi tahu topeng yang selalu muncul dalam aksi demonstrasi, ternyata penggambaran dari seorang Guy Fawkes. Tanggal ini menjadi hari yang diperingati oleh masyarakat Inggris Raya, justru karena kegagalan konspirasi dari komplotan Fawkes. Meskipun demikian dia menjadi simbol abadi dari perlawanan, atau dengan kata lain melakukan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.  Dan seperti yang disampaikan dengan indah sekali oleh penulis asli bukunya, Alan Moore mengenai sebuah gagasan, ialah ia tidak bisa mati.

“We are told to remember the idea and not the man.

Because a man can fail.

He can be caught, he can be killed and forgotten.

But 400 years later, an idea can still change the world.

I have witnessed firsthand the power of ideas.

I’ve seen people kill in the name of them.

But you cannot kiss an idea… cannot touch it or hold it.

Ideas do not bleed.

They do not feel pain.

They do not love.

And it is not an idea that I miss.

It is a man.

A man that made me remember the 5th of November.

A man that I will never forget.” 

― Alan Moore, V for Vendetta

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2018 in jurnal, remeh temeh, resensi

 

Tag: , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: