RSS

Arsip Kategori: remeh temeh

catatan sehari-hari

us two

i’ll be seeing you in Liverpool

and like John and Paul

all we need just a little love

words that sent us up above

 

so come on let’s go to Liverpool

and like John and Paul

we’ll be the dynamic duo

across the universe heading Pluto

 

let’s be John and Paul

Making history in Liverpool

and if you just ask, you know i will

offers you nothing but the best deal

 

keep that promise we made in Liverpool

we will be like John and Paul

i’ll be the fool on the hill

with you my sun king we’ll make it real

 

this story that we crafted in Liverpool

just like John and Paul

and with a little help from our friends

believe that we will be together in the end

 

oh in Liverpool

like John and Paul

let’s do this while we’re young

having so much fun

singing something like glass onion

 

*  just a simple tribute to the dynamic duo, Lennon-McCartney 😊

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2019 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , ,

among the crowd

the portrait of a perfect family

it doesn’t included me

i’m the one behind the camera

easily forgotten hard to remember

 

the handsome king and his beautiful queen

of course that wasn’t me

you will find me among the still crowd

we all look the same, blinded by fame

 

everybody wants to be like you

wants to be a part of that life too

foolishly following you

hopeless and without a clue

 

the sun is always shining on your side

while the grey cloud visits me

you will watch me behind the windowpane

i’m the one who dance under the rain

 

so i’m gonna steal the light

from the stars at night

silver lining between the clouds

and Mr. moon will understand

it’s the dark matter’s magic wand

that moves us up and down all around

i will always be among the crowd

 

so i am the people’s face

well hidden no trace

sometimes almost invisible

next to a kin with mythical

i’m not lost and i will be found

what’s moves us up and down all around

yes you will see me among those crowd

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 12, 2019 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

18.18

the sky’s an empty sea

there’s no cloud to be seen

there’s no bird to watch

there’s no dream to catch

 

the long road’s another waterfall

and i’m sliding fast on the steep wall

tried to stop and not go with the flow

and if i did maybe for once i could

found someone new

a better version of you

 

the tree’s a cold sculpture

no emotion within

forget how to sway

don’t know how to play

 

this vacant heart beats another beat

another sound saying incomplete

another riot in an empty street

keep looking for something and i won’t quit

i’ll found someone new

a better version of you

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 10, 2019 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , ,

9

Pagi hari bulan lalu dikejutkan dengan notifikasi yang berisi ucapan selamat merayakan tahun ke-9 bersama WordPress! Itu waktu yang cukup lama, sayangnya dan agak memalukan bagi saya, waktu yang panjang itu tidak dimanfaatkan dengan baik, dalam urusan tulis menulis tentunya. Tapi senang juga akhirnya bisa kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan -yang menurut saya- remeh temeh. Dalam bahasa Inggris, saya sering menyebutnya dengan “the s-word poetry” 😊.

Itu pula sebabnya puisi yang baru diterbitkan kemarin diberi judul Nine, semata-mata untuk memeriahkan kebersamaan ini 😋. Kalau dipikir-pikir, antara judul dan isi juga latar belakang tulisan itu dibuat, tampaknya tidak saling berhubungan. Saya sendiri harus menebak-nebak makna yang tersirat dalam puisi itu. Hingga saat ini, alasan ada banyak tulisan berbahasa Inggris dalam blog, masih belum bisa dijelaskan. Semuanya merupakan ungkapan lubuk hati terdalam dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar saya, dan ajaibnya keluar begitu saja dalam bahasa asing.

Jujur, paling sering dihantui dengan pertanyaan apakah semua s-word poetry yang pernah saya buat, masuk akal bagi penutur asli bahasa Inggris, jika mereka membacanya 😁 atau pertanyaan seperti apakah saya melakukan banyak kesalahan grammar dalam tulisan-tulisan tersebut. Tapi karena selama ini responnya bagus, baik, jadi saya teruskan 😁. Tentu saja jika satu ide itu datang dalam wujud Bahasa Indonesia, maka tulisannya akan mengalir dalam bahasa yang sama. Tapi sepertinya untuk saat ini seringnya bahasa Inggris.

Jadi sekali lagi saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga bagi para pembaca yang mau merelakan sejenak waktunya untuk mengunjungi, menyimak cerita, bahkan menyukai tulisan-tulisan yang sederhana ini. Komentar-komentar kalian sangat saya hargai dan semuanya mendorong saya untuk menulis lebih baik lagi 🙏😉

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2019 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , ,

nine

searching for a home

a place i can call my own

somewhere to rest my bone

i’ll keep the floor clean

shoes off before you came in

bounce on the trampoline

heading for the sky

like a swift dart i will fly

forget the world a while

 

longing for some friends

together a time well spent

form unusual blend

a ladybug drop by

on my shoulder the dragonfly

we dream under the pink sky

they won’t let me go

like the way that wind blow

or the look of a sleepy owl

 

yes i’m going home

and i won’t stare at your name

the way i did not so long a go

a space i no longer claim

and this warm feeling inside

last all my day and night

let those thread untied

let me take this first flight

to a place i called home

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 3, 2019 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: