RSS

Arsip Kategori: jurnal

satu sore di bulan Juni

“its a bright June afternoon! it never gets dark. Wah-Wah! here comes the sun”

nada itu langsung saja datang menyerbu, lalu bergaung kemudian beresonansi didalam hati, hingga akhirnya aku mulai bersenandung.

Roxette!!! klasik …

sinar matahari sore datang menembus diantara dedaunan pohon jambu air di depan jendela kamarku.

ruang tempatku merenung kadang terang kadang gelap,

cahayanya sesuai dengan irama tarian dedaunan di luar,

dan hangat.

suara lagu senam yang penuh semangat diputar dengan keras di lapangan depan kantor rw di seberang rumahku.

ibu-ibu sedang berlatih untuk besok.

hari lansia diperingati setiap tanggal 18 juni.

aku baru tahu soal itu.

iya di sore ini mereka berlatih kekompakan untuk penampilan besok,

tidak hanya senam,

tapi mereka juga akan mempersembahkan sebuah lagu.

perlahan dan pasti,

kini sinar mentari sore mulai meninggalkan kamarku.

nyamannya suasana senja itu hanya bisa dinikmati sebentar saja.

kehangatan ketika semua orang berkumpul setelah seharian melakukan aktivitas,

hanya terjadi sebentar saja.

matahari akan bergegas meninggalkan kita untuk muncul di tempat lain.

matahari telah melakukan tugasnya.

matahari telah melakukan perannya dengan baik sekali.

tapi,

apakah kita sudah melakukan peran kita masing-masing dengan sepenuh hati?

senja melangkah pelan menjauhi hari.

masa senja dalam hidup kita hanya akan datang sebentar saja.

jangan sampai kita terlambat menyadari perbuatan kita,

ketika senja telah datang menghampiri.

tanpa terasa malam pun kan menyapa,

dan tiba saatnya kita menutup mata.

5:27 PM 17-Jun-11

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

11 September

Selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, semoga kita menjadi hamba Allah yang lebih baik dari tahun sebelumnya, aamiin.

Senang sekali hari ini kita disambut oleh pagi yang cerah dan sedikit berangin. Awal bulan September hujan mulai turun. Tak lama kemudian hujan kecil, hujan besar, hujan rintik-rintik yang dibarengi cahaya matahari di sore hari, hujan miring berangin, hujan kecil dengan banyak sekali kilat dan petir yang saling sahut menyahut, juga hujan besar yang airnya tidak pernah habis, dan tak kunjung berakhir, akan terus menyertai hari-hari selama kurang lebih 6 bulan ke depan. Bisa dipastikan akan sangat basah juga dingin. Semangat!!!

Tentu saja tidak akan melulu kelabu, biasanya pagi hari setelah hujan badai, udaranya sangat segar, dan seperti semua debu sudah disingkirkan dari setiap sudut, masing-masing pemandangan yang menyapa kita seolah menawarkan warna baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya.

Dengan sangat gembira di bulan ke sembilan ini pun, penuh dengan peristiwa hari lahirnya orang-orang teristimewa. Sahabat semasa SMA, yang kegemaran kami menikmati es krim rasa (beliau) pelangi dan (saya) coklat secara sengaja disisipkan dalam puisi strangersΒ Β Β :D. Juga empat orang keponakan laki-laki yang berturut-turut memilih untuk bergabung bersama kami di planet bumi pada bulan ini, tapi tentu saja di tahun yang berbeda πŸ˜€

Di bulan ini juga kami pernah kehilangan kucing peliharaan kesayangan kakak kedua ku. Keluarga kami tidak pernah membeli kucing dengan ras tertentu, yang kami pelihara hanya mereka yang datang dengan tampang menyedihkan juga mengharukan, atau yang kebetulan jatuh dari langit-langit rumah kami πŸ˜›

Namanya caludih. Dalam bahasa Sunda itu berarti kotor, dekil, kucel, dan sejenisnya. Jadi ya, namanya mengandung sejarah ketika kami menemukannya. Meskipun arti kata caludih berkembang jauh akhir-akhir ini menjadi “cakep, lucu deh ih”, tapi itu bukan maksud kami, percayalah …

Udih, panggilannya – tapi sebelum kita lanjut, keluarga kami memang tidak pernah benar-benar serius memberi nama kucing yang datang berkunjung, biasanya kata apa saja yang pertama muncul di benak kami akan menjadi panggilan mereka, jadi maafkan jika sedikit kurang pantas πŸ™‚ – datang ketika masih kanak-kanak.

Kakinya pendek dan wajahnya lebar, tapi dia sangat kurus. Bagian punggungnya berwarna abu-abu dan perutnya putih. Sepertinya tidak banyak yang aku ingat soal dia, tapi almarhum ibu, gemar membawa dia bolak-balik dalam perjalanan luar kotanya, pulang pergi. Udih meninggal di usia dewasanya, badannya sudah gempal dan berat jika digendong. Mungkin dia makan sembarangan di luar, kami menemukan tubuhnya yang sudah mengeras di garasi rumah kami. 😦

Yah begitulah, kenangan di bulan September, tapi jangan sedih di bulan ini kota kelahiranku juga akan merayakan hari jadinya πŸ™‚ dan itu mengingatkan aku pada seorang lelaki yang pernah membuat sebuah karikatur hahaha … Semoga bulan ini penuh dengan kenangan yang membawa hikmah yaa πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Salam,

 

maya^^

 

 

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

For My Beloved Teachers

my beloved teacher would tweak or pull my ears quite hard, and it hurts, cause i wont sit still and go outside the classroom playing around during study time ^^ Β …

my beloved teacher told me to cut my hair, cause my hairdo is like, he said, a devil’s companion ^^ …

my beloved teacher told me to shush my mouth, cause i made silly joke about geography during her explanation =p …

my beloved teacher told me to stop kicking off the dirt in the field during the ceremony =D…

my beloved teacher told me to stay until the class is finished to clean the whiteboard and scold me in front of my friends cause i made silly mistake using the wrong board marker … doh! …

but my beloved teacher also told me that discipline is needed to keep us on the right track. they also told me that we need to respect each other in order to respect our self too. they told me to be precise, doing what you’d love to do and be responsible at the same time. they told me to share what we’ve got with others, take the benefit by sharing, and make my self useful in this whole wide world.

and here i am now, not knowing if i’m already lived my life the way they’ve told me to. am i being such a good person? cause sometimes i just simply forget what they’ve told me =p … and on this day i just remember that i should be grateful to know each and every one of them, guiding me always with their wisdom, their words are always there in my heart, inside of me, saved in my bank of memory, all i need to do is just simply recall it, or read this thing right here again and again πŸ™‚

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 24, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

17 Agustus

hari ini 73 tahun yang lalu Indonesia merdeka, tapi buatku bulan Agustus adalah bulan yang penuh dengan kenangan setiap tahunnya.

bulan ini diisi dengan perayaan ulang tahun beberapa anggota keluargaku, alm. mamah, teteh, dua tante ku, keponakan, dan dua kakak ipar, mungkin akan bertambah lagi jika aku mendata setiap anggota keluarga dari yang paling senior hingga yang baru lahir hahaha … dan itu akan sangat menyenangkan πŸ˜€

malam ini tahun 1995, aku ingat makan kelepon, makanan tradisional seperti bola dan berwarna hijau pas untuk sekali suap, di balut kelapa parut, dan ketika digigit, gula merah cair meledak dan meleleh dalam mulutmu, manis … manis … manis … Yah seharusnya begitu, tapi di hari itu aku memilih untuk mengigitnya di luar mulut, dan cairan coklat mengkilat itupun menyembur dengan tepat sekali di muka almarhum kakak pertama ku ;D … maaf … maaf … maaf …

sore itu tahun 1997, aku menunggu di dalam mobil yang terparkir di komplek perkantoran. menunggu anggota paskibra yang telah menyelesaikan tugasnya menurunkan bendera merah putih. mereka terus berjalan dan berbaris dengan rapih sampai tempat parkir itu, yang letaknya sudah lumayan jauh dari lapangan tempat upacara diadakan. kemudian ketika selesai mereka bersorak dan beberapa diantaranya melompat-lompat kegirangan. sayang aku tidak bisa menemukan orang yang membuatku menunggu berjam-jam. terlalu banyak dan tampak serupa πŸ™‚

malam ini tahun 2018, langit cerah, semua lomba telah dipertandingkan, semua sedang bersiap-siap memeriahkan malam 17-an, mengumumkan para pemenang, kemudian menutupnya dengan karaoke dan hiburan lain. dan aku, aku hanya menuliskan kenangan yang paling aku ingat dari orang-orang yang paling berarti dalam hidupku πŸ™‚

Salam,

 

maya^^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 17, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

an old poetry

yep! its been a while, and the truth is i kinda get lost in what i did, so i just simply forgot how to write, for almost five years ;D. the last time i wrote here is in 2012, just like that title of a movie when the world ends, but not entirely :p. its pretty much like my blog writing career LOL.

erm … i had another blog in kompasiana, there you can find some of my writings, but, well lets just say that i’m not an active writer. i stopped writing in 2013. there are so many ridiculous poetry there πŸ™‚ hey i’m still learning how to write in English.

i probably wont publish more of my writing in kompasiana, yeah … i’m just gonna do it here at wordpress. focusing in one blog, i mean having two blog for me is pretty much, i’m just a beginner after all πŸ™‚

so i found this poetry, i mean i did a lot of scraps πŸ˜€ but its always unfinished, but most of all is i’m lacking the confidence to published it, because i think its silly, shallow, and another ‘s’ word writing (please feel free to interpret the ‘s’). but i guess now is the time to say the most frequent word i said during my college year … “whatever!” :p

there is no title, i’m finding it hard to give one, to every writing that i wrote, there is always no title. its something that i did in the last minute.

so, here it is one of the ‘s’ word poetry ^^

no, i do not wish to write your name

for i already carved a few

made a scratch

it lasts so long, but never stay

this time, i’m going to set it free

don’t go holding it too tight, no …

made a cage

it stayed a while, but didn’t last

and the world keep spinning

so i’ll keep walking

they keep on asking

so i’ll keep smiling

cause you and i will keep on laughing

when we both dancing through the night

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2018 in jurnal, puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: