RSS

Arsip Kategori: jurnal

halo April!

Hi! Hi! So glad that I finally find myself typing in this platform again ^^ setelah absen selama kurang lebih satu bulan. Maret yang lalu, datang dengan tidak begitu ramah. Karena terlalu bersemangat melahap cabe rawit dalam pepes ayam, tenggorokan saya meradang ๐Ÿคญ. Akhirnya selama satu minggu di awal bulan itu, saya panas demam batuk pilek yang berujung dengan kehilangan berat badan.

Sepertinya setelah sakit, jadi kurang bersemangat untuk menulis bahkan satu tulisan pun. I was so dull. Jadi kebanyakan waktu luang dihabiskan menonton drama Korea, Jewel in the Palace.ย Ini adalah kali kedua saya menontonnya, dan rasanya masih tetap seru. Masih sukses bikin saya marah-marah sama orang-orang licik yang haus kekuasaan. Masih bisa membuat saya puas dengan cara cerdas yang dilakukan Jang Geum dkk., untuk membasmi musuh hingga ke akarnya ๐Ÿ˜

Masih sering mendengarkan musik tentu saja, dan sekarang saya bahkan belajar bermain gitar lagi. Saat ini sedang tergila-gila dengan suara yang dihasilkan dari 7th chords, it’s seeps into your heart, beautiful! Lagu yang sering saya mainkan La Vie En Rose dan Dream a Little Dream of Me. Ada banyak chords 7 disana ๐Ÿ˜

April datang dengan cerah, Maret pergi membawa sisa-sisa awan kelabu. Terus terang saja pagi yang segar, tapi siangnya panas tanpa awan, dan kadang hujan saat sore atau ketika malam. Karena awanny selalu terburu-buru pergi dan menghilang, langit malam di akhir Maret dan awal April selalu penuh bintang, dan ini adalah bagian terbaiknya hahaha …

Like always many thank yous for the visits, likes and comments also to all the kind followers, you’re all very much appreciated. Have a great day!!! ๐Ÿ™๐Ÿ˜ƒ

 

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 3, 2019 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: ,

9

Pagi hari bulan lalu dikejutkan dengan notifikasi yang berisi ucapan selamat merayakan tahun ke-9 bersama WordPress! Itu waktu yang cukup lama, sayangnya dan agak memalukan bagi saya, waktu yang panjang itu tidak dimanfaatkan dengan baik, dalam urusan tulis menulis tentunya. Tapi senang juga akhirnya bisa kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan -yang menurut saya- remeh temeh. Dalam bahasa Inggris, saya sering menyebutnya dengan “the s-word poetry” ๐Ÿ˜Š.

Itu pula sebabnya puisi yang baru diterbitkan kemarin diberi judulย Nine, semata-mata untuk memeriahkan kebersamaan ini ๐Ÿ˜‹. Kalau dipikir-pikir, antara judul dan isi juga latar belakang tulisan itu dibuat, tampaknya tidak saling berhubungan. Saya sendiri harus menebak-nebak makna yang tersirat dalam puisi itu. Hingga saat ini, alasan ada banyak tulisan berbahasa Inggris dalam blog, masih belum bisa dijelaskan. Semuanya merupakan ungkapan lubuk hati terdalam dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar saya, dan ajaibnya keluar begitu saja dalam bahasa asing.

Jujur, paling sering dihantui dengan pertanyaan apakah semuaย s-word poetry yang pernah saya buat, masuk akal bagi penutur asli bahasa Inggris, jika mereka membacanya ๐Ÿ˜ atau pertanyaan seperti apakah saya melakukan banyak kesalahan grammar dalam tulisan-tulisan tersebut. Tapi karena selama ini responnya bagus, baik, jadi saya teruskan ๐Ÿ˜. Tentu saja jika satu ide itu datang dalam wujud Bahasa Indonesia, maka tulisannya akan mengalir dalam bahasa yang sama. Tapi sepertinya untuk saat ini seringnya bahasa Inggris.

Jadi sekali lagi saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga bagi para pembaca yang mau merelakan sejenak waktunya untuk mengunjungi, menyimak cerita, bahkan menyukai tulisan-tulisan yang sederhana ini. Komentar-komentar kalian sangat saya hargai dan semuanya mendorong saya untuk menulis lebih baik lagi ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2019 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , ,

in the end

I can’t tell you how happy I am to be in the last month of this remarkable year. I didn’t write much in November. I thought I might not make it through, cause my late brother was born in that month, and I had a lot of things in my mind. I really do want to write something about him, but it never came out right, so, probably it just wasn’t the time. I made a draft only to delete it, for so many times.ย Perhaps there are too many memories, and I couldn’t decide. And whenever I’m remembering him, the pain is still the same, it still there like the day he passed away. And I couldn’t pull it through, there are moments of tears when I’m in the middle of doing something, and I just have to stop and find my way back by trying to find a distraction.

But I guess in the end, I felt a little relieve when the month finally passed, and trying not to put so much pressure in it. I will write what I want to, and when the time is right. I should never set the time limit or boundaries to write something about someone that we love dearly.

He would be 48 if he’s still around. He was such a funny guy, he teased me a lot, he loved to cook and it was always delicious. He was the one who taking care of me when I was sick, when mom wasn’t there. He was that kind of protective big brother that we all can rely on. He is really good in drawing, he was once sketched Madonna and Mike Tyson. I think he is really creative. He made a radio, for my second brother’s birthday. But for me he always made some food, cause I love to eat ๐Ÿ˜….ย  He said that no one should trust my opinion in food tasting, cause I always said “enak!!!”, which is delicious ๐Ÿ˜. And until today, I just couldn’t find the same taste again.

He introduced me to the world of music. Some of his cassettes collection that I loved to listen to during my childhood is A-ha, Tommy Page, soundtrack of Pretty Woman and Iwan Fals. And like other teenage at that time, he did the break dance and moon walk everywhere with his friends. The hairstyle was that Duran Duran kind, and it was something that I can still laugh about, until today. He loved Michael Jackson, but insist that Sting is the best musician. There are many other, and I still listen to the sound of 80’s today, mainly because I grow up watching him appreciating the music.

He made our family to have a pet cat. The first one was Jafar, it is actually a she. But he insisted, he took the name from Disney’s Aladin.ย ย Yeah, this is some of the good memories I had. I do remember that everybody was saying that he’s handsome, but I always failed to see that. When you lived together for so long like in a family, you kind of get used to with it, so there is nothing special. But every now and then sometimes I see his face in every other people’s face. I don’t know why. And they are all beautiful.

Well, that went well …

Thank you so much for sparing your precious time to visit, to read, to like, to comment and follow this simple blog. Very much appreciated, it means a lot to me. Wishing you all amazing people, the best ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™.

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , ,

Nov 5

ย โ€œRemember, remember the fifth of Novemberย of gunpowder treason and plot. I know of no reason why the gun powder treason should ever be forgot.โ€

Setiap tanggal 5 datang terutama di bulan ini, suara Natalie Portman langsung bergaung dalam ruang berkubah di kepalaku. Ya, hingga hari ini tidak bisa melupakan suara melankolis itu. Beberapa tahun yang lalu secuil informasi datang mengabarkan, sebuah film dibuat berdasarkan buku seri komik, graphic novel yang berjudul sama. Singkatnya membaca cerita bergambar adalah salah satu hobi, dan menonton adalah yang lainnya. Jadi keputusan untuk menyewa DVD berjudul sederhana Vย for Vendetta, adalah sebuah kewajiban yang dinikmati.

Suara karismatik Hugo Weaving memberikan nafas pada tokoh anarkis yang dipanggil dengan sebutan “V”. Dia tidak bisa lepas dari topeng Guy Fawkes, yang mungkin saja merupakan teladannya untuk melawan pemerintahan Inggris di masa depan. Kata-kata yang menggugah emosi, meruncingkan otak yang tumpul, membangunkan sesosok makhluk di dalam diri setiap yang tersentuh, menyadarkan mereka akan kemampuan kita untuk berbuat sesuatu, itu yang saya dapatkan ketika mengikuti kisah dalam film ini.

Dipenuhi dengan karakter-karakter yang kuat, baik yang antagonis maupun protagonis. Salah satu alasan, menurut saya, yang membuatnya padat dengan pesan dan disampaikan dengan baik sekali. Merombak pola pikir kita dengan memberikan gambaran simbol-simbol segala sesuatu yang diasosiasikan dengan kebaikan belum tentu bertindak benar. Keseragaman merupakan sesuatu yang membosankan. Tidak lagi hidup karena manusia sendirilah yang melenyapkan warna warni kehidupan itu.

Rumit tapi indah, itulah yang ditawarkan, kurang lebih seperti apa yang kita coba jalani dalam hidup ini. V meninggalkan kesan yang mendalam, karena kita hanya disodorkan seseorang yang selalu memakai topeng. Meskipun terlukis dengan lengkungan senyum tapi matanya yang kosong membuatnya tetap dingin dan tanpa ekspresi, misterius dan susah diterka. Namun ada suasana keagungan dan kekuatan yang seperti api abadi, sulit untukย  dipadamkan.

Masa lalu yang begitu traumatis melahirkan sosok baru yaitu V. Sejak saat itu tujuannya hanya satu, menciptakan kekacauan. Agendanya yaitu membalas dendam pada para penangkapnya, dan menggulingkan pemerintahan yang berkuasa saat itu. Kalimat tadi membuatnya seolah-olah mudah, tapi kita tahu, tidak akan segampang itu. Memang butuh tokoh yang karismatik dan menginspirasi untuk menggerakkan seluruh orang agar bertindak. Dan itu harus dibayar sangat mahal oleh V.

Saya menyukai semua hal dalam film ini ๐Ÿ˜, kecuali bagian-bagian yang berdarah, itu agak sedikit membuat mual ๐Ÿ˜–. Dan puisi The Fifth of November, yang menjiwai cerita ini,ย  menjadi sebuah mantra yang dirapalkan Portman, “remember … remember … “, yep saya rasa itu yang menghipnotis saya untuk selalu ingat ๐Ÿ˜‰

Sejak saat itu saya jadi tahu topeng yang selalu muncul dalam aksi demonstrasi, ternyata penggambaran dari seorang Guy Fawkes. Tanggal ini menjadi hari yang diperingati oleh masyarakat Inggris Raya, justru karena kegagalan konspirasi dari komplotan Fawkes. Meskipun demikian dia menjadi simbol abadi dari perlawanan, atau dengan kata lain melakukan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.ย  Dan seperti yang disampaikan dengan indah sekali oleh penulis asli bukunya, Alan Moore mengenai sebuah gagasan, ialah ia tidak bisa mati.

โ€œWe are told to remember the idea and not the man.

Because a man can fail.

He can be caught, he can be killed and forgotten.

But 400 years later, an idea can still change the world.

I have witnessed firsthand the power of ideas.

I’ve seen people kill in the name of them.

But you cannot kiss an idea… cannot touch it or hold it.

Ideas do not bleed.

They do not feel pain.

They do not love.

And it is not an idea that I miss.

It is a man.

A man that made me remember the 5th of November.

A man that I will never forget.โ€ย 

โ€•ย Alan Moore,ย V for Vendetta

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2018 in jurnal, remeh temeh, resensi

 

Tag: , , , , , , , , ,

0110

Rasanya sayang sekali jika tidak mengukir angka cantik itu dalam sebuah tulisan ๐Ÿ˜

Hari pertama di bulan Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila, kita semua tahu itu. Tapi ingatanku sudah agak tumpul terutama jika menyangkut sejarah, maaf. Yang jelas, kejadiannya berhubungan erat dengan peristiwa 30 September 1965, dan ini akan menimbulkan perdebatan panjang… ๐Ÿ™„

Jadi … hari ini rumah keluarga kami beraroma rempah-rempahan. Percobaan untuk membuat beras merah menjadi hidangan yang sedap di mata juga nikmat di lidah. Kakak, membuat nasi liwet beras merah, selain daun salam dan batang serai, dia juga memasukkan daun kemangi. Yah, daun yang kelewat wangi malah, karena aromanya, hidangan biasa bisa naik tingkat jadi luar biasa.

Seperti biasa bawang merah dan cabai merah yang ditumis sebentar ikut bergabung disana. Ranjau kecil berbahaya, cabai rawit berwarna jingga dan hijau cerah tak ketinggalan. Setelah matang, nasi dibungkus dengan daun pisang, lalu dipanggang. Yep, jadi ketika asap menguar dari pemanggangan, wangi manis daun pisang yang terbakar mulai menyebar ke seluruh ruangan di rumah kami.ย Dan tidak ada satu pun yang bisa menolaknya.

Bahkan ketika kami selesai makan pun, wanginya tidak mau pergi. Sama seperti aroma ikan asin ketika digoreng, benar-benar awet melayang-layang di udara, atau bau sambal terasi yang menempel di tangan walau sudah dicuci dengan sabun. Tapi wangi daun pisang yang terbakar tidak terlalu menyebalkan, menyenangkan malah. Rasanya seperti berkunjung ke restoran Sunda yang sudah melegenda, berkumpul bersama keluarga.

Jadi selain hari Kesaktian Pancasila, mungkin keluarga kami akan mempertimbangkan untuk membuat hari ini menjadi hari nasi merah liwet bakar ๐Ÿ˜๐Ÿ™

Bulan ini dengan pasti akan lebih mengingatkanku pada orangtua. Almarhum bapa adalah seorang purnawirawan ABRI, dan tanggal 5 nanti akan diperingati sebagai hari jadi TNI. Ada cukup banyak kenangan yang selalu muncul jika menyebut tentara dan ayah. Seringnya bersamaan dengan warna hijau dalam beragam gradasi. Dan aku bangga memiliki ayah seorang tentara ๐Ÿ˜Š.

Tapi di bulan kesepuluh ini dua tahun yang lalu, aku kehilangan ibu. Beliau meninggal hari Kamis, dan kami memakamkannya di hari Jum’at yang cerah, tidak jauh dari makam bapa. Dengan sangat mengejutkan aku cukup tenang menjalani proses itu. Yang kentara hanya suaraku yang menghilang, tenggorokan ku sakit dan sepertinya terserang flu berat.

Untuk pertama kalinya dalam hidup ini, aku merasa sendiri, meskipun sudah dewasa dan masih ada saudara kandung, tapi jika tidak ada orang tua, seolah-olah aku tidak punya tempat yang bisa kusebut ‘rumah’. Mungkin secara fisik, berwujud, tapi jiwanya sudah hilang. Meskipun demikian, aku ingin bulan ini menjadi seperti bulan-bulan yang lain. Setiap harinya dijalani dengan harapan tidak akan membawa nama jelek pada kedua almarhum.

Tidak bermaksud untuk mengakhiri tulisan ini dengan suasana murung, aku harap semuanya baik-baik saja, bisa berkumpul bersama keluarga terutama orang tua adalah sebuah anugrah, jangan sampai kita menyia-nyiakan momen itu. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk melihat-lihat blog yang sederhana ini, membaca tulisan remeh temeh dan puisi-puisi ‘s words’ย , juga berkomentar, saya benar-benar menghargainya ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Selamat bulan Oktober ๐Ÿ˜Š

Ini agak sedikit memalukan sebenarnya, segera setelah menulis tulisan di atas, langsung tertidur dan sayangnya tertunda hingga hari ini ๐Ÿ˜

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 5, 2018 in jurnal, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: