RSS

tiga sekawan

23 Sep

tiga sekawan makan chik yen di pinggir jalan

berteduh di bawah pohon mahoni tinggi menjulang

asap mengepul dari roti putih isi daging ayam

meniup, mengunyah, bergumam dengan seragam

 

sekali-kali tiga sekawan memandang

bus, motor, mobil atau angkot berlalu-lalang

menderum, berdecit, dan trompet klakson sahut-sahutan

manusia-manusia mencari jalan pulang

 

tiga sekawan gelagapan kehabisan napas

menyantap makanan dengan bergegas

tiga chik yen ludes tak berbekas, kecuali alas kertas

surutlah pula gelas-gelas teh pahit panas

 

tiga sekawan memakai baju kotak-kotak serupa

masing-masing berwarna merah bata, kuning, dan biru

tiga pasang kaki itu pun kini bergerak dan melangkah maju

menyusuri trotoar yang kelak akan menjadi kenangan di masa depan

 

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada September 23, 2018 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

2 responses to “tiga sekawan

  1. bg

    September 24, 2018 at 3:19 am

    hi there Mayawidi , i use Google translate to read your marvelous poems ,i look forward to reading a lot more of your great works in the future. kindest regards bg ğŸ™‚ğŸ˜ŽğŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

     
    • mayawidi

      September 24, 2018 at 4:19 am

      thank you for your kind support, very much appreciated 👍 love to read more of your haiku in the future too bg 😁

      Disukai oleh 1 orang

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: