RSS

Arsip Bulanan: Maret 2011

Kamana atuh Kamana?

teringat suatu masa ketika ebtanas kelas 6 sd. aku harus membawakan lagu sunda dalam pelajaran kesenian. lalu ibuku menyarankan lagu ini. saat itu aku tidak terlalu ‘ngeh’ dengan maknanya, yang penting nadanya enakeun! ^^ aku ingat bahkan guru ku tercinta kurang familiar dengan lagunya, tapi ketika dia mendengarkan nadanya, terdengar suara pelan keluar dari mulutnya “ooo …” nah, apalagi teman-teman sd ku, mereka bahkan tidak tahu lagu itu ada ^^

 

sekarang aku harus menempuh sebuah tes lagi … yang mengharuskan dan memang tidak ada yang lain yang aku bisa selain menyanyi. maka aku teringat nasihat ibuku waktu itu. nadanya mudah diingat dan liriknya pendek, meski aku sudah lupa. aku tidak tahu judulnya, yang aku ingat adalah lirik pertamanya saja “kamana panutan abdi”. maka aku mencari audio dan liriknya. ternyata tidak sulit. dan ternyata lagi, lagunya lagu patah hati.

 

“kamana panutan abdi

nu sok biasa sumping

kamana panutan rasa

anu sok sering ngariksa

 

tara tara tisasari

abdi ngaraos sepi

teu kinten abdi sonona

tos lami teu patepang

 

ieu abdi leungiteun

mondok sok tara tibra

ieu abdi leungiteun

neda tara mirasa”

 

aku tidak menyangka lagu yang pernah kubawakan dulu, menjadi sangat berarti saat ini. aku bahkan tidak terlalu paham dengan liriknya dulu, yang penting nyanyi dan dapat nilai, tapi yang jelas akan sangat berbeda dengan sekarang. apa yang tersimpan dalam bank memori kita mungkin suatu saat akan muncul kembali dan ketika kita mengingatnya dengan baik, ada suatu pelajaran yang tersembunyi di dalamnya. dulu bab itu masih tersembunyi dan kini saatnya untuk mempelajari bab tersebut. dulu mungkin sama sekali tak ada artinya, tapi kini, lambat laun kita sendiri akan menyadari ada berjuta makna yang tersimpan di dalamnya.

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2011 in jurnal, musik, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Budi

Budi is made from everything that nice

Budi has a soft voice that touch you so tender

Budi only speak the language of love

Budi always act with a good manner

When you see Budi stand

Budi stand with grace

Budi stand lovely

Budi has a long dark wavy hair

That drops beautifully from Budi’s head

Budi has gorgeous eyes that look straight into your heart

Budi has a marvelous smile, as tough the world smile with you

Budi has a cool face, that every time you see Budi you’ll be energized

When you see Budi laugh

Budi laugh with sincerity

Budi laugh lovely

And now Budi is sleeping on a chair in front of me

Even when Budi’s eyes is closed I stop and stare in amazement

The earth stop spinning

The clock stop ticking

My blood stop running and

My heart stop beating

The whole world fell into silence, trying not to wake Budi

The whole world watch and observe to their fully intensity

The whole world gazes in awe

By the peacefulness that Budi spread

Through his undying devotion of love and affection

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2011 in puisi, remeh temeh

 

Tag: , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: